September.
06:24
Agaknya semakin kesini semakin
menyadari betapa aku tanpa alasan sudah mengagumi sebuah bulan bernama September.
Iya September. Padahal september bukan siapa-siapa, tidak pernah terjadi hal
spesial dalam september-september sebelumnya. September juga bukan bulan
kelahiran ku. September hanyalah September, dan pasti akan berlalu seperti
lainnya. Aku selalu suka angka 8, tapi September adalah pemilik angka 9, jadi
ini bukan naluri dari lucky number.
Aku terlahir pada 8 Mei 22 tahun
lalu, Mei tidak pernah mengadiksi seperti September. September selalu berhasil
membuat aku “menunggu”, selalu berhasil membuat aku penasaran akan apa yang terjadi
dalam perjalanannya. Aku baru menyadari keanehan ini pada 5 kali september
terahir. Sampai September kali ini, lihatkan? September membangunkan kelumpuhan
tanganku dalam menulis, September membimbing pena murahanku merangkai
huruf-hruf tidak sesuai abjad ini kembali setelah sempat tertidur dalam otak
lebih dari satu semester, sekarang aku merasa ada sulutan dalam semua hal yang
sudah berhenti.
Kalau September adalah manusia,
aku tebak, pastilah dia sesosok manusia selembut ice cream yang bisa mencuri
hormat dari manusia lain, tegas namun tetap lembut, manis dan romantis.
September mendorong, September menyemangati tapi September selalu diam, aku
juga bingung bagaimana cara kerjanya. September adalah manusia yang akan selalu
membawa rasa nyaman menyertai hadirnya, menarik dengan cara yang tidak biasa,
membuat orang lain tidak ingin tertarik tapi tidak menerima kenyataan bahwa dia
tidak bisa terlepas. September mengikat. September memberi pelukan, peluk
pembawa ketenangan, peluk dengan cara misterius. Bagaimana tidak? kamu akan
bisa melakukan semua hal tetapi tetap dalam pelukan. Berlari, bergerak,
bekerja, berusaha, berkeringat, berpeluh tapi selalu dalam pelukan.
Aku pernah meragukan September,
berfikir tentang keanehan rasa. Aku pernah beberapa lalu, mungkin pada 2011,
merangkai tulisan tentang salah satu keindahan September, hingga seseorang
membacanya dan meminta untuk mengganti September dengan November, aku
mengiyakan, menyetujui. Aku membacanya kembali dalam waktu dekat ini, tulisan
itu sudah tercipta untuk sang Septemberku, dan akan selalu untuk Septemberku.
September sama seperti rasa,
September tidak terlihat. Tapi September nyata.
Aku jatuh cinta, pada sesuatu
yang entah wujudnya seperti apa. September.
(Ifminurul, September 2015)

0 comments