Kekecewaan selalu menyertai
hidup, jika hidup adalah masakan, maka kecewa adalah garam yang terlalu banyak
atau pahit yang melebihi porsi. Jika hidup adalah perjalanan maka kecewa adalah
longsor kerikil pada jalanan menanjak atau banjir sampai sedada orang dewasa
pada jalanan beraspal. Kecewa adalah kecewa. truly hard to explain what is that
thing. Sedihnya kita tidak bisa memilih alasan kita untuk kecewa, siapa yang
akan membuat kita kecewa, dan kapan kita akan kecewa. Sahabat, saudara kandung
bahkan orang tua, bukanlah jaminan untuk lo gak merasa kecewa, bahkan diri kita
sendiri! hal apapun. Mulai dari yang terkecil, sampe masalah paling besar
sekalipun.
Akan datang masa dimana yang
peduli sama lo cuma Tuhan. Nobody’s will. Lo mau jungkir balik, bahkan terjun
ke jurang sekalipun gak bakal ada yang peduli, seberapa besar batu yang lo
adepin, serumit apa masalah idup lo saat ini, jangan pernah merasa iri dengan
kebahagiaan orang lain, semua ada masanya. Sedihnya, karena kita hanya tau
jalan hidup kita sendiri. Hidup emang tentang sosial, lo gak bisa hidup tanpa
orang lain, tapi jangan pernah beranggapan orang lain gak bisa hidup tanpa lo. Karena
kecewa dan berharap adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Akan selalu ada
“tidak” dalam “iya” yang diharapkan. Hati hati dalam setiap harapan, im not
talkin’ about love, am talkin’ about everything! Cukupkan diri lo dengan apa
yang lo punya saat ini. Syukuri. Kalo emang mau ngubah, melangkah dengan
kemampuan yang lo miliki, jangan sesekali berharap pada satupun kecuali Tuhan.
Sedikit curhat, kalo lo mau gamau
denger dan lebih milih lanjut ke next pharagraph sih gapapa. Hari ini kecewa
gue di sponsori oleh hilangnya beberapa tulisan yang udah siap gue publish,
yang dengan sadar-sesadar-sadarnya gue ingat udah gue simpen rapi lengkap
dengan namanya, tapi tadi gue cek tulisannya udah hilang. Iya hilang begitu
saja. Dan ini lebih sakit dari pada saat gue dulu juga kehilangan BAB V, VI
skripsi gue. Skripsi bisa di rangkai ulang, dengan literatur dan sumber yang
sudah pasti. Lah tulisan-tulisan gue, meskipun jelek, literaturnya adalah otak
gue sendiri, udah nulisnya setaun 2 kali, sekalinya nulis langsung ilang. bagaimana mungkin gue perfect menyalin sesuatu
yang sudah hilang dan hanya ingat dibeberapa bagiannya. (sedih bukan?)
Satu lagi yang selalu bikin gue
ngerasa kecewa, diri gue sendiri, iya! diri gue sendiri, yang gak pernah bisa
merasa cukup dengan apa yang gue punya, selalu masih mengharapkan sesuatu dari
orang lain, adek gue, temen-temen gue, yang berujung .. iyaa ke ce wa. Tapi hal
ini jadi salah satu pelajaran berharga buat gue, bahwa gue harus selalu merasa bersyukur.
Jika melihat kelebihan pada orang lain sekalipun itu sahabat bahkan saudara
kandung lo, jangan ingin melawan dengan yang lebih tinggi, lihat ke bawah,
banyak orang lain yang selalu memimpikan posisi yang ada pada kita saat ini.
Jalan menuju kebaikan tidak
dilalui hanya dengan bersenang-senang, puncak selalu di raih dengan peluh,
usaha, lelah, dan keringat.
Seberapapun besar kekecewaan yang
lo rasain saat ini, Ikhlaskan. mungkin itu adalah bayaran untuk kecewa-kecewa
orang lain yang pernah lo ciptain , lo pasti pernah menjadi alasan untuk
kekecewaan orang lain. Jangan sibuk menghitung seberapa banyak orang lain
ngecewain lo, tapi hitung seberapa banyak, seberapa besar rasa kecewa yang lo
buat untuk Tuhan atau Orang Tua lo.
Bersiaplah untuk kecewa-kecewa
selanjutnya, belajar dari kecewa-kecewa sebelumnya. Karena bagaimanapun,
kekecewaan akan selalu menyertai hidup. GET USED TO IT!

