Keadaan paling sulit itu adalah saat orang orang disekitar
kita tidak lagi berjalan beriringan bersama kita, mereka telah menemukan jalan
sendiri yang memaksa kita harus terlihat biasa saja di depan mereka dan
membuktikan bahwa kita masih bisa terus melangkah walaupun gandengan antar satu
sama lainnya telah terlepas.
Apakah Kita masih bisa bertemu dipersimpangan selanjutnya? Ya
mungkin saja, tapi dalam keadaan yang lain dan sangat berbeda, tapi percayalah,
Tuhan tidak pernah tidur dan diam, Dipertengahan jalan nanti mungkin saja kamu
akan bertemu dengan orang-orang yang sejalan dengan mu, mau berjalan terus
walaupun masih ada 1000 persimpangan di depan dan tidak berhenti saat kamu
tidak bisa melewati rintangan dan mau mengulurkan tangan saat kamu terjatuh dan
sulit untuk bangkit.
Perjalanan masih sangat panjang guys, Apa saja bisa terjadi
dalam perjalanan, banyak persimpangan yang memaksa kamu tidak berjalan lurus,
karena hidup tidak selamanya lurus, jalanmu mungkin saja tidak beraspal, Kamu
harus siap berjalan diatas kerikil, bebatuan, mungkin juga duri, masih terus
berjalan dalam debu dan asap tetap bertahan walaupun hujan, terik, bahkan badai.
Kamu tidak akan bisa berhenti karena hidup itu BERJALAN. Kamu
akan berhenti jika kamu telah mati.
Itu yang gue rasain pas lulus SMA dan harus ngelepas
orang-orang yang sudah gue anggap “best friends”, iya karena lo gak pernah tau
apa peranan lo dalam hidup mereka.
Sekarang, oktober 2013, gue baru putus, putus dari orang
yang benar-benar gue sayang dan gue
percaya, terlepas dari semua alasan yang terlontar, emang bener sih kita gak
bisa maksa orang lain untuk bisa tetap
kita percaya, dia punya pilihan, dan pilihan itu bukan kita. Mungkin kita
ngerasa udah nemuin orang yang tepat buat hati kita, tapi dia belum, biarkan
Dia tetap melangkah kedepan dan tetap pada jalannya masih mencoba untuk
mencari. Gue sih percaya, gue putus bukan karena dia lebih pantas dengan yang
lain, tapi karena dia memang bukan buat gue dan gak pantas untuk gue. Simple.
Mungkin pikiran bisa sesimple itu. Tapi kalo keadaannya kayak
gini, pikiran dan hati kadang-kadang gak bisa singkron, pikiran lo mensugesti
untuk tetap fight dan semangat, tapi hati masih aja tetep keinget yang
dulu-dulu dan ke-brengsekan dia yang udah me-makjleb-kan hati lo. Yaiyaaalah
kak, namanya juga sayang *kemudian mewek lagi*
0 comments